Hakikat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
Setiap bangsa di dunia yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup. Dengan pandangan hidup inilah suatu bangsa akan memandang persoalan yang dihadapinya sehingga dapat memecahkannya secara tepat. Tanpa memiliki pandangan hidup, suatu bangsa akan merasa terombang – ambing dalam menghadapi persoalan yang timbul, baik persoalan masyarakatnya sendiri maupun persoalan dunia.
Hakikat Pancasila Sebagai Dasar Negara
Setiap negara di dunia ini mempunyai dasar negara yang dijadikan landasan dalam menyelenggarakan pemerintah negara. Seperti Indonesia, Pancasila dijadikan sebagai dasar negara atau ideologi negara untuk mengatur penyelenggaraan negara. Hal tersebut sesuai dengan bunyi pembukaan UUD 1945 alenia ke-4 yang berbunyi :
“Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UUD negara Indonesia yang berbentuk dalam suatu susunan negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada........dst”.
Dengan demikian kedudukan pancasila sebagai dasar negara termaktub secara yuridis konstitusional dalam pembukaan UUD 1945, yang merupakan cita – cita hukum dan norma hukum yang menguasai hukum dasar negara RI dan dituangkan dalam pasal – pasal UUD 1945 dan diatur dalam peraturan perundangan.
Selain bersifat yuridis konstitusional, pancasila juga bersifat yuridis ketata negaraan yang artinya pancasila sebagai dasar negara, pada hakikatnya adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum. Artinya segala peraturan perundangan secara material harus berdasar dan bersumber pada pancasila. Apabila ada peraturan (termasuk di dalamnya UUD 1945) yang bertentangan dengan nilai – nilai luhur pancasila, maka sudah sepatutnya peraturan tersebut dicabut.
Berdasarkan uaraian tersebut pancasila sebagai dasar negara mempunyai sifat imperatif atau memaksa, artinya mengikat dan memaksa setiap warga negara untuk tunduk kepada pancasila dan bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran harus ditindak sesuai hukum yang berlaku di Indonesia serta bagi pelanggar dikenakan sanksi – sanksi hukum.
Nilai – nilai luhur yang terkandung dalam pancasila memiliki sifat obyektif – subyektif. Sifat subyektif maksudnya pancasila merupakan hasil perenungan dan pemikiran bangsa Indonesia, sedangkan bersifat obyektif artinya nilai pancasila sesuai dengan kenyataan dan bersifat universal yang diterima oleh bangsa – bangsa beradab. Oleh karena memiliki nilai obyektif – universal dan diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia maka pancasila selalu dipertahankan sebagai dasar negara.
Jadi berdasarkan uraian tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa pancasila sebagai dasar negara memiliki peranan yang sangat penting dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga cita – cita para pendiri bangsa Indonesi dapat terwujud.
Hakikat Pancasila sebagai Jiwa bangsa
pancasila itu sendiri terbentuk karena kebiasaan hidup masyarakat Indonesia itu sendiri. Artinya, nilai-nilai pancasila itu sendiri sudah ada sebelumnya didalam diri masayarakat Indonesia.
Rabu, 26 Oktober 2011
Selasa, 25 Oktober 2011
unik.unik.unik :)
Meski Berasa Aneh,4 Pasta Gigi Ini Efektif Di Gunakan
Banyak orang menggunakan pasta gigi dengan berbagai rasa untuk menyegarkan mulut dan memutihkan gigi,namun pasta gigi tersebut kurang efektif untuk menyingkirkan kuman-kuman yang menempel pada gigi.
Ada beberapa pasta gigi atau yang sering disebut odol yang lebih efektif menyingkirkan segala bakteri yang ada di mulut.Akan tetapi pasta gigi ini agak sedikit beda,aroma dan rasa pasta gigi ini lebih aneh dari pada pasta gigi yang biasa di jual dipasaran.Namun pasta gigi ini dipercaya lebih efektif membunuh kuman-kuman dan menyingkirkan plak-plak akibat sisa makanan.
Berikut 4 rasa pasta gigi yang terbilang aneh tapi efektif jika digunakan :
Kayu manis (cinnamon)
Rempah kayu manis ini biasanya melekat dengan roti manis dan orang akan berpikir tidak mungkin digunakan untuk pasta gigi. Tapi sebuah penelitian menunjukkan kayu manis memiliki sifat yang efektif dalam memerangi radang dan bakteri yang merupakan dua musuh terbesar mulut.
Delima (pomegranate)
Buah delima diketahui sebagai salah satu buah super yang sangat baik untuk kesehatan. Ternyata delima tidak hanya memiliki antioksidan yang kuat tapi juga berpotensi sebagai antimikroba. Hal ini berarti delima bisa melumpuhkan bakteri yang menyebabkan radang gusi.
Cokelat
Penelitian dari Tulane University tahun 2007 menunjukkan cokelat tidak selalu memberi dampak buruk bagi gigi. Studi ini menemukan bahwa ekstrak alami dalam bentuk bubuk kakao bisa memperkuat enamel dan bekerja secara efektif sebagai alternatif untuk flouride, yaitu zat yang berguna untuk mencegah dan melindungi gigi dari pengeroposan.
Tea tree oil
Minyak esensial ini telah digunakan untuk antiseptik dan memiliki sifat alami sebagai anti inflamasi (anti peradangan). Dalam penelitian beberapa tahun terakhir juga diketahui bahwa tea tree oil ini bisa menghilangkan bakteri dan peradangan di mulut.
Banyak orang menggunakan pasta gigi dengan berbagai rasa untuk menyegarkan mulut dan memutihkan gigi,namun pasta gigi tersebut kurang efektif untuk menyingkirkan kuman-kuman yang menempel pada gigi.
Ada beberapa pasta gigi atau yang sering disebut odol yang lebih efektif menyingkirkan segala bakteri yang ada di mulut.Akan tetapi pasta gigi ini agak sedikit beda,aroma dan rasa pasta gigi ini lebih aneh dari pada pasta gigi yang biasa di jual dipasaran.Namun pasta gigi ini dipercaya lebih efektif membunuh kuman-kuman dan menyingkirkan plak-plak akibat sisa makanan.
Berikut 4 rasa pasta gigi yang terbilang aneh tapi efektif jika digunakan :
Kayu manis (cinnamon)
Rempah kayu manis ini biasanya melekat dengan roti manis dan orang akan berpikir tidak mungkin digunakan untuk pasta gigi. Tapi sebuah penelitian menunjukkan kayu manis memiliki sifat yang efektif dalam memerangi radang dan bakteri yang merupakan dua musuh terbesar mulut.
Delima (pomegranate)
Buah delima diketahui sebagai salah satu buah super yang sangat baik untuk kesehatan. Ternyata delima tidak hanya memiliki antioksidan yang kuat tapi juga berpotensi sebagai antimikroba. Hal ini berarti delima bisa melumpuhkan bakteri yang menyebabkan radang gusi.
Cokelat
Penelitian dari Tulane University tahun 2007 menunjukkan cokelat tidak selalu memberi dampak buruk bagi gigi. Studi ini menemukan bahwa ekstrak alami dalam bentuk bubuk kakao bisa memperkuat enamel dan bekerja secara efektif sebagai alternatif untuk flouride, yaitu zat yang berguna untuk mencegah dan melindungi gigi dari pengeroposan.
Tea tree oil
Minyak esensial ini telah digunakan untuk antiseptik dan memiliki sifat alami sebagai anti inflamasi (anti peradangan). Dalam penelitian beberapa tahun terakhir juga diketahui bahwa tea tree oil ini bisa menghilangkan bakteri dan peradangan di mulut.
Perbedaan EYD dengan ejaan sebelumnya
Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:
- 'tj' menjadi 'c' : tjutji → cuci
- 'dj' menjadi 'j' : djarak → jarak
- 'j' menjadi 'y' : sajang → sayang
- 'nj' menjadi 'ny' : njamuk → nyamuk
- 'sj' menjadi 'sy' : sjarat → syarat
- 'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir
- awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan penulisannya. Kata depan 'di' pada contoh "di rumah", "di sawah", penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara 'di-' pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Ejaan yang digunakan di Indonesia
1. Ejaan Van Ophuijsen
Ejaan Van Ophuijsen adalah jenis ejaan yang pernah digunakan untuk bahasa Indonesia.
Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda, yaitu menggunakan huruf Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda, antara lain:
- huruf 'j' untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang.
- huruf 'oe' untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.
- tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma'moer, ‘akal, ta’, pa’, dinamaï.
Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti ä, ë, ï dan ö, menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata, bukan diftong, sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini.
Kebanyakan catatan tertulis bahasa Melayu pada masa itu menggunakan huruf Arab yang dikenal sebagai tulisan Jawi.
SEJARAH SINGKAT.
Pada tahun 1901 diadakan pembakuan ejaan bahasa Indonesia yang pertama kali oleh Prof. Charles van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi gelar Sutan Makmur dan Moh. Taib Sultan Ibrahim. Hasil pembakuan mereka yang dikenal dengan Ejaan Van Ophuijsen ditulis dalam sebuah buku. Dalam kitab itu dimuat sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu di Indonesia.
Van Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda. Ia pernah jadi inspektur sekolah di maktab perguruan Bukittinggi, Sumatera Barat, kemudian menjadi profesor bahasa Melayu di Universitas Leiden, Belanda. Setelah menerbitkan Kitab Logat Melajoe, van Ophuijsen kemudian menerbitkan Maleische Spraakkunst (1910). Buku ini kemudian diterjemahkan oleh T.W. Kamil dengan judul Tata Bahasa Melayu dan menjadi panduan bagi pemakai bahasa Melayu di Indonesia.
2. Ejaan Soewandi ( ejaan republik )
Ejaan Republik (edjaan repoeblik) adalah ketentuan ejaan dalam Bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17 Maret 1947. Ejaan ini kemudian juga disebut dengan nama edjaan Soewandi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu.Ejaan ini mengganti ejaan sebelumnya, yaitu Ejaan Van Ophuijsen yang mulai berlaku sejak tahun 1901.
Perbedaan-perbedaan antara ejaan ini dengan ejaan Van Ophuijsen ialah:
- huruf 'oe' menjadi 'u', seperti pada goeroe → guru.
- bunyi hamzah dan bunyi sentak yang sebelumnya dinyatakan dengan (') ditulis dengan 'k', seperti pada kata-kata tak, pak, maklum, rakjat.
- kata ulang boleh ditulis dengan angka 2, seperti ubur2, ber-main2, ke-barat2-an.
- awalan 'di-' dan kata depan 'di' kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata depan 'di' pada contoh dirumah, disawah, tidak dibedakan dengan imbuhan 'di-' pada dibeli, dimakan.
3. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.
Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia Tun Hussein Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin bagi bahasa Melayu ("Rumi" dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) dan bahasa Indonesia. Di Malaysia, ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).
Selanjutnya pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 Nomor 0196/U/1975 memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dan "Pedoman Umum Pembentukan Istilah" Kapan Bahasa Melayu Sebagai bahasa negara
Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.
Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.
Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.
Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).
Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia.
Langganan:
Komentar (Atom)